Tuesday, December 28, 2010

DIKLAT RUANG PMR SMALSA 11-12


Materi diklat ruang

Peserta memenuhi halaman SMA Al-Islam 1 Surakarta

Kelompok Oranye in action

Trio Macan!?

Pake sragam olga (olahraga)

Panitia "Jaket Coklat" narsooo

Penuh warna

Praktek ET (Evakuasi Transportasi)

Narso meneh

Tuesday, December 21, 2010

Diksar Relawan BSMI Jogja

Ahad, 19 Desember 2010        08:00 WIB
Rumah Sakit Ibu & Anak (RSIA) Sakina Idaman, Yogyakarta
Pendidikan Dasar Relawan Bulan Sabit Merah Indonesia Provinsi DIY Angkatan 2010
Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Yogyakarta mengadakan diksar relawan angkatan 2010 sebagai langkah awal pengkokohan organisasi. Alhamdulillah dalam event ini penulis turut ambil bagian dari sekitar 98 ikhwan-akhwat yang bergabung dalam diksar ini, demi memperdalam ilmu serta mewujudkan cita-cita sebagai the real volunteer.

BSMI yang secara nasional baru berdiri tahun 2002 ini sudah mendirikan beberapa cabang di seluruh provinsi nusantara, termasuk BSMI Yogya yang berdiri pada 2005. Beragam core (program kerja) telah dicanangkan dan dilakukan. BSMI mulai berkontribusi bagi negara pada bencana tsunami Aceh (2004) hingga bencana nasional beberapa waktu lalu di Mentawai, Wasior, dan Merapi (2010). Dengan slogan Care For Life, BSMI siap menjadi lembaga kemanusiaan berbasis Islam dan bekerja untuk sesama umat manusia tanpa membeda-bedakan suku, agama, dan ras.

Dalam diksar kali ini dihadirkan beberapa pembicara untuk menyampaikan materi diksar, yakni:
-Muhammad Djazuli Ambari (Perwakilan BSMI Pusat)
-dr. Khairul Anwar (DinKes DIY)
-dr. Arief Basuki (Ketua BSMI Surabaya)
-Adi Bitjantara (Ketua JPMI Jateng)
-dr. Bambang Edi (Ketua BSMI Yogya)

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an kemudian pembukaan, dan dilanjutkan dengan materi Kemanusiaan yang disampaikan M. Djazuli Ambari. Beliau mewakili dr. Basuki Supartono Sp.OT MARS (Ketua Umum BSMI Pusat) yang tengah mendampingi atlet nasional di Guang Zhou, China. Beliau mengawali materi dengan sebuah hadist pesan Rasulullah pada umatnya untuk senantiasa mengingat mati. Point pertama inilah yang beliau berikan pada calon relawan, hendaknya selalu ingat mati! Kemudian beliau menuturkan berbagai data & fakta tentang besarnya potensi bencana nasional di tanah Indonesia, sehingga kesiapsiagaan adalah mutlak bagi para relawan. Beliau pun mengambil nash ayat-ayat Al-Qur'an yang menyatakan bahwa bencana sebenarnya tidak datang dengan sendirinya, namun merupakan akibat dari perbuatan penghuninya. Di akhir materi, beliau berpesan pada relawan BSMI untuk selalu SMILE dalam setiap mengemban tugas amanah. Mau tau apa itu SMILE??? Senang hati, Motivasi, Ikhlas, Legowo, dan Energik!

Di sesi kedua dihadirkan tiga pemateri sekaligus, yakni dr. Khairul Anwar; dr. Arief Basuki; serta Mas Adi Bitjantara. dr. Khairul mengawali materi dengan keorganisasian medis saat tanggap bencana, khususnya saat bencana Merapi yang menimpa Yogya beberapa waktu lalu. Dilanjutkan dengan dr. Arief Basuki yang menerangkan prosedural detail proses tanggap darurat bencana nasional. Sesi ini kemudian diakhiri dengan sharing pengalaman bersama Mas Adi, lulusan desain ITB yang mengaku telah berbakti menjadi relawan sejak 1986. Beliau pun bercerita akan suka-duka menjadi relawan, pengorbanan dan ketabahan istri beliau, hingga fenomena aneh yang menunjukkan kebesaran Allah di tanah bencana. Beliau mengakhiri ulasan dengan sebuah pesan, "Bekal utama untuk menghadap Allah adalah apa yang telah kita berikan, bukan yang telah kita dapatkan".

Di sesi materi terakhir diisi oleh dr. Bambang Edi yang memperkenalkan secara gamblang apa itu BSMI, terutama BSMI YOgya. Beliau menuturkan bahwa lambang bulan sabit merah merupakan salah satu lambang kemanusiaan yang diakui di dunia, yang mulai diperjuangkan keeksisannya sejak peperangan Kerajaan Turki Utsmani (Ottoman) dengan bangsa Rusia. Konon lambang bulan sabit merah dipakai sejak zaman Nabi. Simbol ini terilhami pada bayangan bulan sabit yang tergambar di atas kubangan darah para syahid usai peperangan. Di sesi ini pun beliau menjelaskan prinsip BSMI, hubungan dengan PMI, langkah awal upaya pembentukan rekan PMR, yakni BSMR (Bulan Sabit Merah Remaja) hingga dokumen hukum sahnya BSMI bergerak di Indonesia. Dengan 9 prinsip yang diemban, yakni Keikhlasan, Amanah, Profesionalitas, Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesatuan, dan Kesemestaan; BSMI siap bekerja demi sesama umat manusia.

Diksar pun diakhiri dengan pelantikan relawan tahap 1 angkatan 2010 dengan simbolisasi pemasangan pin berlogokan BSMI, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama BSMI angkatan 2010.

Bulan Sabit Merah Indonesia, Care For Life

Friday, December 17, 2010

What is a trainer?

I wrote this essay as a requirement to become a member of TC KOPMA UGM (Trainer Community) 

Belakangan ini istilah “trainer” marak diperbincangkan khalayak umum, terutama di bidang pendidikan. Istilah ini bahkan menggeser istilah yang sebelumnya ada seperti pendamping, penyuluh, motivator, dan fasilitator. Beragam program yang mengatasnamakan “trainer” seperti ESQ (Emotional Spiritual Quotient), NLP (Neuro Linguistic Programming), dan AOT (Aktivasi Otak Tengah), kian menjadikan istilah “trainer” sebagai primadona bagi sekelompok orang yang ahli dalam psikologi pendidikan semacam itu. Apakah hanya mereka yang disebut sebagai seorang “trainer”? Sejatinya seperti apakah trainer itu?

Kata “trainer” diambil dari bahasa Inggris yang berarti pelatih, atau pendidik. Schwarz dalam bukunya, The IAF Handbook of Group Facilitation: Best Practice from the Leading Organization in Facilitation (2005), menekankan bahwa tugas utama trainer adalah membantu kelompok untuk meningkatkan efektivitas dengan cara memperbaiki proses dan struktur. Proses mengacu pada bagaimana kelompok bekerja, semisal bagaimana mereka bicara satu sama lain (berkomunikasi), bagaimana membuat keputusan ataupun mengelola konflik. Sementara, struktur mengacu pada proses yang stabil dan berulang seperti pembagian peran dalam kelompok. Singkatnya, trainer adalah orang yang membantu anggota kelompok untuk saling berinteraksi secara nyaman, konstruktif, dan kolaboratif sehingga kelompok dapat mencapai tujuannya. Untuk itu semua, seperti ditekankan Kaner (Facilitator’s Guide to Participatory Decision Making, 2007), trainer mesti netral dalam isi (content-neutral). Artinya, senantiasa memberikan materi tersirat sarat makna (misal dalam suatu permainan) dan selalu menghargai apa yang diungkapkan kelompok.
  
Sementara menurut penulis pribadi, yang pantas dikatakan sebagai trainer adalah seseorang yang mampu mendidik sekaligus menempa suatu kelompok demi tercapainya tujuan kelompok tersebut (sebagai educator), seseorang yang mampu membangkitkan gairah dan semangat suatu kelompok dalam mengarungi perjalanan menuju cita-cita (sebagai motivator), serta seseorang yang berdedikasi tinggi terhadap kemajuan anggota kelompok yang diampunya (sebagai fasilitator).
 
Seorang guru sanggar tari dapat dikatakan sebagai seorang trainer jika ia benar-benar mendidik, menempa, memotivasi, dan berdedikasi dalam mengasah muridnya untuk berprestasi di bidang seni tari. Seorang kakak pun dapat dikatakan sebagai trainer bagi adiknya, mana kala sang kakak mampu memberikan pengetahuan dan meningkatkan rasa keingintahuan sang adik. Jadi bukan hanya mereka yang ahli dalam ESQ, NLP, atau AOT saja yang disebut trainer, bahkan bisa jadi mereka pun tidak pantas disebut seorang trainer. Intinya menurut penulis, trainer adalah kombinasi apik antara peran sebagai guru (educator), pemotivasi (motivator), dan pendamping (fasilitator) sekaligus. Bagaimana menurut Anda? Setujukah dengan saya?

08:28 Pagi cerah awal Tahun Baru Hijriyah 1432 H (Selasa, 07 Desember 2010)
Lintang Wisesa Atissalam (NAK: 10865)

Monday, November 15, 2010

Rekruitment PMR PMI Solo Angkatan X

Jum'at dan Sabtu, 12 dan 13 November 2010
Rekruitment PMR PMI Kota Surakarta Angkatan X
PMI Kota Surakarta

Alohaaaa...pa kabar??
Ktemu lagi di PMRmania....Yeeeee (rame lebay)

Kali ni PMRmania baru aja nyeleksi anak-anak baru yang mau gabung di Keluarga Besar PMR PMI Kota Surakarta. Rekruitmen ini ditujukan bagi anggota PMR Wira unit di SMA/SMK/MA se-Kota Bengawan, serta meliputi 3 tahapan utama, yakni:
tes tertulis,
tes wawancara,
tes fisik,

Pengumuman hasil seleksi akan diberitahukan pada 22 November 2010 (4 hari sebelu ultahku ni...haha) Moga2 Anda yang beruntung mampu bergabung bersama PMR PMI Kota Solo tercinta. 

Bagi yang mau tau kayak apa c acaranya, read more aja yawh...
Ni juga PMRmania sediain bagi Anda yang mau ndownload tes tertulis sekaligus jawabannya, tinggal click aja kug...OK??

Thx 4 your attention,
PMRmania melaporkan langsung dari PMI Kota Surakarta

Download Soal Tes Tertulis Rekruitment
Soal dan Kunci Jawaban (Soal A dan B)
download[4]

Designed by Lintang, direktur PMRmania
PMI Solo

Menanti kedatangan para peserta
PMI Solo

Menanti panitia memulai acara
PMI Solo

MMT baru...keren tho???
PMI Solo

Barisan para bakal calon anggota PMR PMI Solo
PMI Solo

Mas Imam: "Adik-adik baris yang rapi ya...dibantu ya..."
PMI Solo

Dlosoran pada nggarap Tes Tertulis
PMI Solo

Coba tebak (dari tampangnya) mana yang bisa ngerjain dan mana yang pusing
PMI Solo

Prepare for "Tes Fisik"
PMI Solo

Panitia Evaluasi ba'da acara
PMI Solo

Senior Asep memberi masukan-masukan bagi panitia
PMI Solo

Relawan Merapi PMRmania

Catatan PMRmania sebagai relawan Merapi...
Keep pray for Indonesia...
Dokumentasi yang sempat terselamatkan

PMRmania mengukir senyum dan tawa adik-adik Korban Merapi
(Muntilan, Magelang)

PMRmania turut membuka jalan akses relawan
(Sawangan)

Suasana lingkungan akibat abu vulkanik Merapi
(Perjalanan ke Kaliurang)




PMRmania bersama TNI bersihkan jalan
(Sleman)




Bersama tim SAR Muhammadiyah bergegas menuju posko
(Muntilan ke Klaten)



Wednesday, November 3, 2010

Renungan Wasior, Merapi, dan Mentawai


Oktober 2010 ini, tercatat 3 fenomena bencana alam mengusik kenyamanan Indonesia, antara lain banjir bandang yang menimpa saudara kita di Wasior (Papua Barat), gempa dan tsunami yang meluluhlantahkan bumi Mentawai (Sumatera Barat), serta letusan Gunung Merapi yang melanda Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Senin, 4 Oktober 2010, banjir bandang melanda tanah Wasior, Papua Barat. 150 warga tewas, 150 warga dinyatakan hilang, dan sekitar 6000 saudara kita mengungsi keluar dari tanah Wasior. Bahkan, derasnya aliran air bah memporak-porandakan seluruh infrastruktur Wasior. Rumah, bangunan, pepohonan, semua hanyut terbawa arus.

Tepat 3 minggu kemudian, Senin, 25 Oktober 2010, gempa bumi 7,2 skala Richter yang disusul dengan tsunami hebat menerjang tanah Mentawai, Sumatera Barat. Posko Penanggulangan Gempa dan Tsunami di Sikakap mencatat 349 orang tewas dan 322 orang dinyatakan hilang, termasuk puluhan wisatawan asing, akibat gelombang tsunami tersebut.

Sehari berselang, Selasa 26 Oktober 2010, Gunung Merapi meletus, menghantui warga di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kepulan awan panas "wedhus gembel" pun menewaskan ratusan warga, termasuk juru kunci Gunung Merapi legendaris Mbah Maridjan. Puluhan ribu warga terpaksa mengungsi menghindari mara bahaya erupsi Gunung Merapi.

Dengan sigap, berbagai satuan berwenang, terutama kerjasama PMI, Basarnas, dan TNI, segera mengirim beragam bantuan serta relawan menuju lokasi-lokasi tersebut. Beraneka bantuan logistik mulai dari tenda, selimut, bahan makanan, hingga obat-obatan pun diperjuangkan untuk memasuki daerah bencana dari darat, laut, maupun udara. Para relawan dan dermawan, dengan segala keterbatasan, berjuang menolong para korban yang bergelimpangan. Suasana hiruk pikuk dan beratnya medan akibat bencana tak pernah menyurutkan semangat relawan dalam menolong sesama.

"Penghargaan yang sebesar-besarnya dari kami untuk para relawan,,

Nampaknya Allah beserta alam Indonesia mulai murka dengan ulah kita para manusia. Mungkin Allah dan alam ini mulai bosan akan kecerobohan kita. Andai manusia mampu merubah tingkahnya dan memulai kepedulian pada alam sedari dulu. Andai manusia menghilangkan sifat rakus dan tamaknya akan materi dunia. Andai manusia mau saling bekerjasama membangun Bumi dengan menjunjung tinggi perdamaian. Namun apalah artinya berandai-andai, nasi sudah menjadi bubur. Alam telah jenuh akan perlakuan kita padanya. Alam sudah bosan akan kecerobohan kita. Yang ada saat ini hanyalah berserah diri pada Allah dan memulai melangkah ke depan dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Segala sesuatu masih dapat diupayakan, yang penting mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai dari sekarang.

"Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai dari sekarang,,

Nah sahabat PMR semua, hendaknya kita terapkan Tribhakti yang menjadi dasar pribadi seorang anggota PMR, terutama point "Meningkatkan keterampilan hidup sehat". Hidup sehat diawali dengan kepedulian menjaga kebersihan diri, hingga kelestarian alam lingkungan. Karena dengan lingkungan yang sehat, sehat pula jasmani dan rohani kita para penghuni alam.

Di samping itu, persiapkan diri kalian untuk tetap siaga menghadapi segala sesuatu, termasuk bencana. Dalam PMR dikenal materi "Kesiapsiagaan Bencana" sebagai bekal survival anggota PMR selaku relawan masa depan (Volunteer of the future). Nah bagi teman-teman yang mau belajar kesiapsiagaan, click sini aja buat belajar bareng tentang "Kesiapsiagaan Bencana". Tetap waspada dan selalu siaga!!! Salam PMRmania!!! Siamo Tutti Fratelli

"PMR Relawan Masa Depan"

Saturday, October 30, 2010

Jumbara PMR Yogya XIII

Jum'at - Ahad, 29-31 Oktober 2010
JUMBARA PMI CABANG KOTA YOGYAKARTA XIII
Bumi Perkemahan Babarsari, Sleman, Yogyakarta

pmr jumbara jogya

Di tengah-tengah terjadinya bencana gunung Merapi yang melanda Jogja dan Jawa Tengah, PMI Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Jumpa Bakti Gembira Palang Merah Remaja Kota Yogyakarta ke 13 tahun 2010 (JUMBARA PMR Kota Yogyakarta XIII 2010).

Jumbara PMR merupakan kegiatan evaluasi pembinaan bagi anggota remaja PMI yang tergabung dalam wadah Palang Merah Remaja, kegiatan yang dilangsungkan dua tahunan ini dilaksanakan pada tanggal 29 – 31 Oktober 2010, dengan mengambil tempat di Bumi Perkemahan Babarsari, Sleman Yogyakarta.

Tema yang diambil PMR YOGYA SIAGA BENCANA DAN PEDULI KESEHATAN LINGKUNGAN. Mengingat seringnya terjadi bencana di Indonesia dan Palang Merah Remaja sebagai anggota remaja PMI dimana anggotanya terdiri dari pelajar SD, SMP dan SMA sederajat atau remaja usia 10 – 17 tahun, merupakan generasi penerus PMI, sejak dini sudah diajarkan nilai-nilai kemanusiaan agar kelak bisa menjadi relawan PMI yang siap dalam melaksanakan tugas kemanusiaan Palang Merah.

Kegiatan Jumbara PMR ini di buka oleh Ketua PMI Kota Yogyakarta, Prof.Dr.dr.KRT. Adi Heru Husodo, dimana dalam sambutannya mengingatkan kepada peserta Jumbara, “ untuk selalu waspada terhadap kejadian bencana yang sering melanda Indonesia”.

Kegiatan yang di ikuti 34 sekolah dengan rincian 3 SD (PMR Mula), 13 SMP(PMR Madya) dan 18 SMA (PMR Wira) se-Kota Yogyakarta, dengan kegiatan yang terbagi dalam 3 kategori yakni :

1. Review dan evaluasi
a. Pertolongan Pertama.
b. Pasang Bongkar Tenda.
c. Dapur Umum.
d. Pengetahuan Kepalangmerahan.
e. Menghias Bak sampah.
f. Vokal Grup.
g. Peta Evakuasi Sekolah Siaga Bencana.
h. Kesehatan Lingkungan.
i. Kontingen Favorit.

2. Edukasi, Sosialisasi dan Persamaan Persepsi
a. Ayo Siaga Bencana.
b. Forum Palang Merah Remaja Indonesia (FORPIS).
c. Ngobrol Bareng.

3. Penerapan
a. Bakti Masyarakat.
b. Nambah Sohib.
c. Anjangsana.
d. Kunjungan Tenda.

4. Rekreasi
a. Olah Raga.
b. Pentas Seni.
c. Game Persahabatan.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini hubungi :
1. Bahar Heru Laksono, Staf Relawan dan PMR, PMI Kota Yogyakarta, HP. 085290155855
2. Anggun Gunadi, Staf Kominfo PMI Kota Yogyakarta, HP. 081215574944

Mbangun tenda berseri, tanpa tenda apa kata dunia??
Jumbara yogya 2010

Adik2 Mula bersih2 lingkungan tenda
Jumbara yogya 2010

Pasang slayer kebanggaan
Jumbara yogya 2010

"Misi dong, misi dong, kami mau liwat..."
Jumbara yogya 2010

Ayo upacara pembukaan
Jumbara yogya 2010

Capeknya masang tenda, kongkow2 dulu ah...
Jumbara yogya 2010

Ini lomba peragawati?? malah pose...
Jumbara yogya 2010

Inilah tong kreatifitas anag2 Yogya
Jumbara yogya 2010

"Ayo baris..cepet..aduhhhh pusinglah awak ni..."
Jumbara yogya 2010

Padatnya upacara pembukaan
Jumbara yogya 2010

Inilah incaran para peserta
Jumbara yogya 2010

source: pmi-yogya.org dengan sedikit pengubahan dan peliputan langsung PMRmania 

Wednesday, October 13, 2010

Evaluasi Kerja PMR PMI Solo

Sabtu, 9 Oktober 2010      21:00
Aula PMI Kota Surakarta lt. 2
Evaluasi Kerja PMR PMI Kota Surakarta Angkatan IX


Aula PMI Kota Surakarta lt. 2
pmi lintang


Sibuk dhewe2
pmi lintang


Mumet dhewe2
pmi lintang


Para pendiri PMI Solo, tinggal kenangan....
pmi lintang


Rak penuh kenangan PMI Solo
pmi lintang

Saturday, September 25, 2010

Pengumuman Pelatihan Pelatih PMI Yogya

source: pmi-yogya.org
 
Berdasarkan Program Kerja Bagian Pelayanan PMI Kota Yogyakarta 2010, kami akan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pelatih Umum Tahun 2010, pada:

Hari/ Tanggal : Sabtu-Kamis, 2-7 Oktober 2010

Tempat : Gedung Youth Center PMI Kota Yogyakarta Lt. 2

Jl. Tegalgendu 25 Yogyakarta

Pendaftaran : 20-29 September 2010

Peserta : dibuka untuk 25 orang (1 kelas)


Bagi rekan-rekan Relawan (KSR/ TSR) atau fasilitator PMR sekolah di lingkungan PMI Kota Yogyakarta yang berminat dapat mendaftar di bagian Relawan dan PMR atau Bagian Pelayanan PMI Kota Yogyakarta.

Syarat dan ketentuan sebagai berikut :

1. Terdaftar menjadi anggota KSR/ TSR, menjadi fasilitator PMR sekolah.

2. Bersedia mengikuti pelatihan dari awal hingga selesai

3. Bersedia mengabdi di PMI minimal 3 (tiga) tahun setelah lulus Pelatihan

4. Berusia 17-35 tahun

5. Sehat Jasmani maupun Rohani

6. Mengisi formulir yang sudah disediakan.

7. Tidak dipungut biaya (Gratis)

8. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 20-29 September 2010 dan dapat dilakukan ke:

a. Bagian Pelayanan/ Bagian Relawan dan PMR PMI Kota Yogyakarta,

c/p. Siti Aisyah Staf Pelayanan. Telp. 085729383263

c/p. Yuliko Pambudi Ka Bag Relawan dan PMR

b. Via email ke : pelayanan@pmi-yogya.orgAlamat email ini sudah di proteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihat alamat email ini (formulir dapat diperoleh di website www.pmi-yogya.org )


Demikian pengumuman ini atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terimakasih.




Yogyakarta, 15 September 2010

Bagian Pelayanan

PALANG MERAH INDONESIA

Kota Yogyakarta

Kepala,

TTD





Noor Hidayatullah, S.Ag

Saturday, September 18, 2010

HUT ke-65 Palang Merah Indonesia




PMI memperingati Ulang Tahunnya yang ke-65, pada hari ini Jumat, 17 September 2010. Acara ramah tamah digelar di Markas Pusat PMI, Jl. Gatot Subroto  Kav. 96, Jakarta dan dihadiri oleh segenap Pengurus Pusat PMI beserta karyawannya, serta mengundang para perwakilan dari Federasi Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC), Komite Palang Merah Internasional (ICRC), serta beberapa wakil dari Palang Merah negara-negara sahabat.


Dijadwalkan, acara perayaan Ulang Tahun PMI yang sederhana kali ini, akan dimeriahkan dengan  pemotogan tumpeng dan pemutaran film berjudul PMI Dari Masa Ke Masa. Bersamaan dengan pemutaran film, akan dibacakan pula sejarah PMI sejak jaman penjajahan Belanda hingga periode kepimpinan terkini.


Selain itu, PMI merayakan ulang tahunnya dengan mengundang puluhan warga miskin yang berasal dari seputar wilayah Jakarta Selatan. Kepada mereka, PMI akan menyerahkan paket bantuan berupa sembako dan uang tunai.


Melalui acara simbolis ini, diharapkan PMI akan selalu dekat di hati masyarakat dan menjadi lembaga yang terdepan dalam gerakan kemanusiaan.


“Selamat Ulang Tahun kepada kita semua, kepada PMI dan segenap personilnya. Semoga di masa kini dan masa depan, PMI selalu mampu menjadi yang terdepan dalam gerakan kemanusiaan,” ucap Sekretaris Jenderal PMI, Budi A. Adiputro, saat peringatan HUT ke-65 PMI di Markas Pusat PMI, Jakarta, Jumat (17/9).*




source: PMI.or .id
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi: Aswi Reksaningtyas, Kepala Divisi Komunikasi dan Pencitraan Markas Pusat PMI, Hp. 087882962348. Email: pmi@pmi.or.id

Sunday, August 29, 2010

Lomba Foto Kemanusiaan 2010 PMI Jateng

lintang pmr

Lomba Foto Kemanusiaan 65 Tahun PMI


KERANGKA ACUAN
LOMBA FOTO KEMANUSIAAN 2010
PALANG MERAH INDONESIA
PROVINSI JAWA TENGAH

I.       PENDAHULUAN

65 tahun usia pengabdian Palang Merah Indonesia (PMI) telah menorehkan pengalaman dan catatan-catatan akan kelemahan dan kelebihan yang dimiliki serta tantangan yang harus dihadapi, namun PMI tetap ada dan akan terus berperan fungsi bagi rakyat Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Palang Merah Indonesia (PMI) telah meretas sejarah dan pengalaman dalam kurun waktu lebih dari enam dekade. Sejarah bukan sekedar rentetan peristiwa tetapi lebih merupakan sumber untuk menggali pengalaman yang merupakan bahan introspeksi serta kontemplasi guna menimba pelajaran dan hikmah (lessons learn).

Dalam rangka memperkenalkan atau mempromosikan eksistensi organisasi PMI dan nilai-nilai kemanusiaannya, diperlukan suatu  pendekatan komunikasi yang terpadu dan inovatif . Hal ini sejalan dengan tuntutan kemajuan teknologi informasi global, salah satunya melalui foto (dokumentasi).

II.     NAMA KEGIATAN :

“ Lomba Foto Kemanusiaan 2010 PMI Jateng  “

III.    DASAR PELAKSANAAN :

1.    AD dan ART PMI hasil Munas XIX PMI Tahun 2009
2.    Rencana Strategis PMI 2009-2014
3.    Program kerja PMI bidang Citra

IV.    TUJUAN
A. TUJUAN UMUM :
                 Meningkatkan kepedulian masyarakat melalui foto kemanusiaan

B. TUJUAN KHUSUS :
a.   Masyarakat semakin menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
b.   Meningkatkan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan

V.     WAKTU DAN TEMPAT PENJURIAN
1. Waktu Pelaksanaan : 20 Agustus – 20 September 2010
2. Tempat                   : Markas PMI Prov. Jawa Tengah, Jl. Tanjung 11 A Semarang

VI.    PANITIA

a.    Pengarah
Penasehat          : Ketua PMI Prov. Jawa Tengah
Ketua                : Ketua Bidang Citra PMI Prov. Jateng
Anggota            : Anggota Pengurus PMI Prov. Jateng

b.    Pelaksana
Ketua                : Eriyati Saptoputratmo
Sekretaris          : Danang AP
Bendahara         : Mu’rifah
Anggota            : - Dwi Handoko
                           -  M. Nashir Jamaludin
                           - Budi Nugroho

c.      KETENTUAN LOMBA

A.  Umum
1.    Tema : “Nilai Luhur Kemanusiaan”
2.    Obyek foto berkaitan dengan kegiatan/aktifitas kemanusiaan
3.    Foto tidak mengandung unsur SARA dan politik
4.    Dikirimkan ke PMI Provinsi Jawa Tengah Jl Tanjung 11 A Semarang dilengkapi dengan tanda pengenal (KTP, SIM, Kartu Pelajar/Mahasiswa)
5.    Hasil karya diterima panitia paling lambat tanggal 20 September 2010
6.    Penjurian pada 21-22 September 2010
7.    Keputusan Juri bersifat Mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

B.  Foto
1.    Warna foto bebas dan dicetak ukuran 10 R atau A 4 disertai deskripsi/narasi foto
2.    Foto merupakan hasil karya selama tahun 2009 sampai dengan 2010
3.    Foto merupakan hasil karya asli peserta dan tidak terkait dengan pihak manapun
4.    Seluruh konten yang ada di dalam hasil foto merupakan tanggung jawab dari fotografer.
5.    Foto belum pernah dipublikasikan di media apapun dan atau belum pernah memenangkan lomba foto.
6.    Foto yang dikirimkan menjadi hak Panitia.

C.  Peserta
1.    Target peserta sebanyak 100 orang
2.    Warga negara Indonesia, usia minimal 15 tahun
3.    Pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum
4.    Peserta hanya berhak mengirimkan 1 (satu) buah foto
5.    bertanggungjawab terhadap konten foto yang dikirimkan

D.  Juri
1.    H. Sasongko Tedjo, SE, MM (Ketua PMI Jateng/Direktur Pemberitaan SM)
2.    Prof.DR. FX. Adji Samekto, SH, MHum (Ketua Bidang Citra PMI Jateng)
3.    Eriyati Saptoputratmo, S.Sos (Pemred Warta Jateng)
4.    Pakar ahli
5.    Pakar ahli

E.  Hadiah
1.    Juara I    mendapatkan hadiah Rp. 3.000.000,- + Piagam
2.    Juara II   mendapatkan hadiah Rp, 2.000.000,- + Piagam
3.    Juara III  mendapatkan hadiah Rp, 1.000.000,- + Piagam

d.     E V A L U A S I

1.     Untuk menilai tingkat pencapaian keberhasilan tujuan khusus serta efektifitas penyelenggaraan kegiatan, maka diadakan evaluasi selama kegiatan berlangsung.

2.     Teknik evaluasi melalui beberapa cara, yaitu : wawancara, pengamatan, dan   kuesioner.

3.     Bertindak sebagai evaluator adalah panitia penyelenggara, Juri dan PD PMI Jateng.


e.     TINDAK LANJUT DAN MONITORING

1.    Hasil lomba foto akan diinventaris bidang citra

2.    Foto pemenang di display di PMI Jawa Tengah


f.      P E N U T U P

Demikian Kerangka acuan ini disusun sebagai pedoman dalam pelaksanaan, sehingga berlangsung dengan baik dan sebagaimana mestinya.


source: PMI-Jateng.or.id