Sunday, August 29, 2010

Konferensi PMR Jateng 2010

PMI Daerah Jateng menyelenggarakan Konferensi PMR se-Jateng 2010, pada 3-8 Agustus 2010 di Pusdiklat PMI Jateng Ngawen Salatiga, yang diikuti lebih dari 65 peserta yang merupakan perwakilan PMR (Palang Merah Remaja) PMI Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.

PMR merupakan wadah pembinaan anggota remaja PMI yang menampung motivasi, idealisme, pengalaman, dan ketrampilan remaja guna mendukung kemajuan PMI. “Di PMR, remaja dapat mengekpresikan diri dan potensinya sebagai kader relawan dan pemimpin masa depan” tutur Dra.Hj. Frieda NRH, MS, wakil ketua bidang Organisasi dan SDM PMI Provinsi Jawa Tengah saat membuka Konferensi PMR Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2010 di Salatiga.

Ditambahkan, PMR bukan kegiatan ekstra di sekolah yang bersifat ekslusif namun dapat mengembangkan dan berintegrasi dengan ekstra lain seperti Pramuka, musik, teater, musik dan lainnya.

Pemberdayaan peran remaja yang tergabung dalam PMR, menjadi salah satu tujuan dilaksanakan konferensi ini. Perubahan iklim, kerusakan lingkungan dan bencana baik alam maupun kesehatan. Selama konferensi anggota PMR akan melaksanakan kampanye peduli lingkungan, pemanfaatan limbah (kompos) dan membuat media sosialisasi (hasta karya).

Konferensi ini juga akan memilih Koordinator Daerah Forpis (Forum Remaja Palang Merah Indonesia) tingkat Provinsi Jawa Tengah, yang nantinya akan menindaklanjuti hasil konferensi untuk dilaksanakan sebagai program selanjutnya.

Wuri Widiyanti, Kabag PMR dan Relawan PMI Jateng mengatakan, setiap kabupaten/kota di Jateng mengirimkan dua peserta. Pelatihan dipusatkan di Balai Diklat PMI Ngawen. Dalam konferensi PMI peserta mendapat berbagai ilmu tentang PMI dan penanggulangan bencana. ‘’Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang sangat bermanfaat bagi peserta, yang merupakan remaja dan relawan muda PMR,’’ ujarnya.

Peserta juga diajak memberikan kampanye cara dan teknik penanggulangan bencana, yang mudah dipahami masyarakat. Mereka juga menyampaikan kampanye menjaga kebersihan lingkungan, keberasihan diri sendiri, dan menjaga kelestarian alam. Endah, peserta dari Kabupaten Jepara mengungkapkan rasa senangnya dengan kegiatan itu. Selain mendapat pengalaman berbagai hal tentang PMI dan PMR, dia juga mendapat kenalan baru rekan sesama PMR dari beberapa daerah.

Sasongko Tedjo saat upacara penutupan menjelaskan, pengalaman pelatihan PMR tersebut harus dipraktikan dan disebarkan kepada rekan-rekan di sekolahnya masing-masing. PMR Wira itu diingatkan agar terus membangkitkan kegiatan sosial, karena mereka adalah generasi penerus yang menggantikan pengurus PMI sekarang ini

source: PMI-jateng.or.id

5 Kritikan kie . . .:

Anonymous said...

ahahahaha aku kelihatan lgi maen gitar pada saat malam keakraban,,,
aku kangen kalian teman....
:'(

Captain Lintang said...

Oke PMRmania sbg ajang kumpul2 kangen2 sesama keluarga besar relawan muda PMR!!!! Salam PMR

putRi priNcEss said...

aq ga keliatan ex,,,, aq jg kangen kalian teman,,

Captain Lintang said...

Gak keliatan???
makanya tampil di depan dong..
jangan tampil di blakang..
PMR harus brani tampil..
Oke guys??

uphee said...

aq keliatan lagi baca puisii. . .
kangeeeen ma kaliaaaaann. ..
kapan bisa ktmu lgi. ..

Post a Comment

Ayo belajar bareng PMRmania, blognya PMR Indonesia!