Monday, April 12, 2010

Cek+Bantuan Nafas

Hai PMRmania se-Indonesia...
kali ini mari kita belajar bareng gimana sih cara ngecek nafas and ngasi bantuan pernafasan secara manual tanpa sarana apapun. Korban dikatakan tidak bernafas apabila:
  • Tidak adanya kembang kempis dada.
  • Tidak terdengar suara hembusan nafas korban.
  • Tidak terasa hembusan nafas korban jika kita cek nafas.
Pastinya hal di atas uda pada tau dong!?
Trus gimana cara kita ngecek nafas korban ada atau tidak!?
Cara pengecekan nafas dlm Pertolongan Pertama dikenal dg LDR (Lihat Dengar Rasakan).
Tata pelaksanaan LDR adalah sebagai berikut:
  1. Cek respon korban. (klik sini buat mbaca "Cek Respon".)
  2. Jika korban respon, maka pengecekan nafas dpt dilakukan dg mudah, yakni hanya tinggal lihat pada wajah korban, apakah tampak bernafas normal atau bernafas terengah-engah. Lihat juga pada dada korban apakah ada kembang kempis dada, sbg pertanda paru-paru bekerja aktif.
  3. Jika korban un-respon, ga ada respon, maka langkah selanjutnya yaitu cek tulang leher korban (sendi atlas) apakah sama dg penolong atau tidak. Bagian ini amat fatal, sehingga diharapkan pengecekan tulang leher dg seksama.
  4. Buka jalan nafas korban. Jika tulang leher korban bermasalah, maka cara membuka jalan nafas adalah dg Jaw thrust, yakni melakukan tarikan pada rahang bawah korban. Jika tulang leher korban normal, maka buka jalan nafas dg Head Tilt Chin Lift, tekan dahi angkat dagu.
  5. Setelah jalan nafas terbuka, buka & amati rongga mulut bagian dalam apakah ada sumbatan pada jalur nafas korban. Jika ada keluarkan. Untuk sumbatan yg terlihat dapat diambil langsung dg sapuan 3 jari (pergunakan ibu jari & jari tengah sbg penyangga mulut, telunjuk sbg pencukil & pengambil sumbatan).
  6. Setelah yakin tak ada sumbatan yg menghalangi jalur nafas korban, barulah lakukan LDR (lihat dengar rasakan). Dg cara letakkan kepala penolong tepat di atas kepala korban, pandangan penolong menuju ke arah dada korban. Lihat : kembang kempis dada. Dengar : hembusan nafas korban. Rasakan : hembusan nafas korban pada pipi penolong.
  7. Jika indikator LDR di atas ada, berarti korban bernafas. Jika tidak, maka korban tak bernafas dan penolong harus melakukan bantuan nafas dua kali dalam lima detik (2x / 5 detik). Bantuan dari mulut ke mulut dilakukan dg mulut penolong harus mengkover seluruh bagian mulut korban. Dg hitungan: TIUP 1 2 3 TIUP
  8. Setelah bantuan nafas manual diberikan, lakukan kembali cek nafas dengan sistem LDR. Amati apakah nafas korban muncul. Jika nafas muncul berarti nafas korban telah berhasil diamankan.
  9. Jika nafas korban tidak muncul & tulang leher korban normal, maka lakukan Reposisi, yakni mengembalikan posisi kepala korban (yg tadi kita buka jalan nafas) ke posisi semula. Kemudian kita buka jalan nafas kembali dg Head Tilt Chin Lift.
  10. Berikan kembali bantuan nafas 2x dalam 5 detik. TIUP 1 2 3 TIUP.
  11. Kemudian setelah bantuan nafas, kembali lakukan cek nafas dg LDR. Jika nafas sudah ada berarti nafas korban telah diamankan. Namun jika tidak maka diperkirakan adanya sumbatan dan kita harus mengeluarkan sumbatan tersebut. Materi tentang sumbatan akan ditulis di blog selanjutnya.
Uda pada paham kan!?
Smoga dg penjabaran di atas mampu memberikan pemahaman pada Anda semua para PMRmania!
Trima kasih buat anag2 PMR AL-ISLAM I Solo yg udah mau jadi relawan buat jadi  model dalam artikel kali ini. Gracias...Siamo Tutti Fratelli!

2 Kritikan kie . . .:

Diviez el classico jr. said...

!nterarma..Char!tas.!!
super sekal! Kanq/teteh....Penjelasan dan mater!nya super skal!,menambah !lmu tentanq ke PMR an...
salam!!
aku dr PMR SMK B!M...!nterarma..Char!tas.!!
super sekal! Kanq/teteh....Penjelasan dan mater!nya super skal!,menambah !lmu tentanq ke PMR an...
salam!!
aku dr PMR SMK B!M...

Captain Lintang said...

Yup tetep semangat ya Diviez... SIAMO!!!

Post a Comment

Ayo belajar bareng PMRmania, blognya PMR Indonesia!